Archive for the ‘Ekonomi & Keuangan’ Category

Bulan ini sedang marak Piala Dunia 2010. Mulai dari nonton bareng, acara kuis, berita, judi hingga penipuan berkedok piala dunia baik melalui SMS, telepon atau email.

Yang akan saya bahas adalah peluang arisan (baca: judi) Piala Dunia. Arisan ini dilakukan oleh beberapa orang, setiap orang mempunyai tim jagoan masing-masing. Setiap orang juga harus mengumpulkan sejumlah uang. Pemenang arisan adalah tim yang terakhir tersingkir di Piala Dunia.

Berapakah peluang sebuah negara untuk menjadi juara Piala Dunia 2010? Mari kita hitung bersama-sama.

Misal negara kita, Indonesia lolos ke Piala Dunia. Indonesia masuk di salah satu Grup, katakanlah Grup A. Di Grup A terdapat 4 negara, dan hanya 2 negara yang lolos ke babak 16 besar (perdelapan final). Maka peluang Indonesia untuk lolos ke perdelapan final adalah 2/4 atau 1/2.

Babak perdelapan final hingga final adalah babak dengan sistem Knock-out, yang kalah langsung tersingkir. Masing-masing peluang tiap babak adalah 1/2. Babak perdelapan final = 1/2, babak perempat final = 1/2, babak semi final = 1/2, babak final = 1/2.

Peluang Indonesia jika lolos Piala Dunia adalah 1/2 x 1/2 x 1/2 x 1/2 x 1/2 = 1/32 = 0.03125

Masih mau ikut arisan (baca: judi) Piala Dunia? Kalau masih mau, ya tanggung sendiri resikonya…

Setelah proyek multimilyar dollar selesai, sang dirjen kedatangan tamu bule wakil dari HQ kantor pemenang tender. Udah 7 tahun di Jakarta jadi bisa bahasa Indonesia.

Bule: “Pak, ada hadiah dari kami untuk bapak. Saya parkir dibawah mercy S 320.”

Dirjen : “Anda mau menyuap saya? ini apa-apaan? tender dah kelar kok. jangan gitu ya, bahaya tau haree genee ngasih-ngasih hadiah.”

Bule: “Tolonglah pak diterima. kalau gak, saya dianggap gagal membina relasi oleh kantor pusat.”

Dirjen: “Ah, jangan gitu dong. saya gak sudi!!”

Bule (mikir ): “Gini aja, pak. gimana kalau bapak beli saja mobilnya…”

Dirjen: “Mana saya ada uang beli mobil mahal gitu!!”

Bule menelpon kantor pusat.

Bule: “Saya ada solusi, Pak. bapak beli mobilnya dg harga rp.10.000,- saja.”

Dirjen: “Bener ya? OK, saya mau. jadi ini bukan suap. pake kwitansi ya..”

Bule: “Tentu, Pak..”

Bule menyiapkan dan menyerahkan kwitansi. dirjen membayar dengan uang 50 ribuan. mereka pun bersalaman.

Bule (sambil membuka dompet ): “Oh, maaf Pak. ini kembaliannya Rp..40.000,-.”

Dirjen: “Gak usah pakai kembalian segala. tolong kirim 4 mobil lagi ke rumah saya ya…”

Bule : @#$%^&**